• (021)23579915, 23579916, 0811-8600-608 (WA), 021-23579945/46
  • sales@sewakamera.com
  • (021)23579915, 23579916, 0811-8600-608 (WA), 021-23579945/46
  • sales@sewakamera.com

Serba Serbi Lensa Kamera

 

 

« Kembali
Bagian paling menentukan dari sebuah sistem kamera adalah lensa. Lensa itu ibarat matanya kamera, dia mengirimkan proyeksi gambar yang didepan kamera sehingga bisa direkam oleh sensor atau film. Kualitas lensa akan berpengaruh pada kualitas hasil foto yang dihasilkan, faktor lain seperti sensor dan setting kamera menjadi faktor penentu selanjutnya. Selain menentukan kualitas gambar, lensa juga langsung berdampak pada sudut gambar (picture angle) dan perspektif dari sebuah foto.Kali ini sewakamera.com menyajikan artikel mengenai bagaimana memahami tentang lensa kamera dalam fotografi.
  • Jenis lensa : Paling mudah membedakan lensa dari jenis fix atau jenis zoom. Bila lensa hanya memiliki satu jarak fokal saja disebut lensa fix (tetap), sementara bila lensa dapat berubah dari wide hingga tele disebut lensa zoom. Kemampuan zoom lensa diukur dengan membandingkan tele maksimum terhadap wide maksimum, contoh bila lensa zoom dengan spesifikasi panjang fokal wide 18mm dan tele 55mm, maka disebut dengan lensa zoom 3x (atau 55 dibagi 18). 
  • Panjang fokal (focal length) : Menentukan bidang gambar yang dapat diambil oleh kamera. Untuk mengambil bidang gambar yang luas dan lebar, perlu memakai lensa wide (fokalnya dibawah 35mm). Untuk mendapat perspektif gambar normal digunakan lensa normal (sekitar 50mm) dan untuk keperluan mengambil gambar yang jauh diperlukan lensa tele (diatas 100mm). Ada juga lensa yang bisa mengambil bidang gambar sangat luas, namanya lensa fisheye. Hasil foto dari lensa fisheye akan sangat terdistorsi dan berbeda dengan keadaan aslinya. Lensa fisheye biasanya dipakai untuk efek kreatif atau artistik saja.
  • Kecepatan lensa (lens speed) : Tiap lensa memiliki diafragma yang bertugas mengatur banyaknya cahaya yang bisa melewati lensa. Diafragma bisa membesar dan mengecil sesuai nilai aperture yang ditentukan, dinyatakan dengan nilai f. Untuk memudahkan, ingatlah bahwa bukaan besar memiliki nilai f kecil, dan sebaliknya (bukaan kecil punya nilai f besar). Jadi bukaan f/3.5adalah lebih besar dari f/8. Semakin besar bukaan lensa, semakin banyak cahaya yang bisa dimasukkan melalui lensa, dan memungkinkan pemakaian shutter pada kamera yang semakin cepat. Tiap lensa memiliki bukaan maksimum yang berbeda-beda, bisa dari amat besar (f/1.4) hingga yang lebih kecil (f/4). Oleh karena itu lensa yang memiliki bukaan besar disebut lensa cepat (bisa memakai shutter cepat) dan lensa yang bukaan labih kecil disebut lensa lambat, karena umumnya sering memaksa kamera memakai shutter yang lebih lambat. 
  • Ketajaman lensa (sharpness) : Menjadi faktor penentu dari hasil foto yang baik, biasanya tidak ada ukuran pasti soal ketajaman, namun dengan melihat hasil uji dari review kamera/lensa terhadap test chart, bisa diketahui ketajaman sebuah lensa. Lensa yang baik idealnya haruslah memberi ketajaman yang seragam pada seluruh bidang gambar, baik di tengah ataupun di tepi/sudut. Demikian pula ketajaman pada lensa zoom, idealnya harus tetap tajam baik pada saat wide atapun saat tele maksimum. Idealnya juga lensa harus sama tajamnya saat memakai bukaan besar atau kecil. Tapi kenyataannya, membuat lensa yang sempurna sangat sulit, apalagi lensa zoom. Pada kenyataannya, lensa yang tajam pun masih agak sedikit soft di bagian tepi, atau saat diafragma dibuka maksimal, atau bukaannya dibuat sangat kecil.
  • Distorsi lensa (lensa distortion) : Adalah suatu fenomena penyimpangan optik yang tidak bisa dihindari karena lensa akan cenderung membengkokkan bidang gambar yang lurus, utamanya saat posisi wide atau tele. Distorsi saat wide biasa disebut barrel distortion (garis lurus menjadi melengkung keluar) dan disaat tele disebut pincushion (garis lurus menjadi melengkung ke dalam). Namun lensa masa kini telah dilengkapi dengan elemen lensa khusus untuk mengurangi cacat lensa yang mungkin terjadi.