• (021)23579915, 23579916, 0811-8600-608 (WA), 021-23579945/46
  • sales@sewakamera.com
  • (021)23579915, 23579916, 0811-8600-608 (WA), 021-23579945/46
  • sales@sewakamera.com

Nikon D5 kamera olahraga


 

beberapa pengalaman dari fotografer olahraga Mark Pain akan saya bahas sedikit banyak di sini. silahkan disimak.

NIKON D5.

Nikon D5 telah membuat kita kagum dengan kecepatan dan dapat diandalkan serta kalau kita membaca beberapa artikel , kamera tersebut telah mendapatkan medali emasnya belakangan ini. Tapi tanpa basa basi lebih lanjut dengan hanya membicarakan kelebihannya, berikut adalah opini dari fotografer profesional dan jurnalis foto olahraga asal inggris, Mark Pain. Belajar lebih lanjut dari pengalaman beliau mulai dari bagaimana pertamanya memulai dan apa yang membuat kamera bagus untuk kebutuhannya dan bagaimana caranya D5 ini diukur olehnya.

Mark Pain:

Hal pertama yang anda perhatikan ketika anda menggunakan D5 adalah kecepatannya yang sangat cepat dan auto focus yang sangat akurat.banyak kamera yang ketika anda pegang terasa cepat dan responsive ketika anda memegangnya pertama kali, tapi hanya beberapa yang membuat anda merasa percaya diri lebih dari yang seharusnya. D5 demikian seperti itu. D5 merupakan perubahan total design dari D4 ketika Nikon telah mendengarkan apa yang disarankan oleh fotografer- fotografer dimana hal-hal yang kurang baik di D4 ada, maka di D5 lah diperbaiki oleh Nikon.

System auto focus yang terbaru bukanlah hal sensasional belaka. Jika anda melakukan penyesuaian kamera dengan baik , D5 tidak akan mengecewakan anda. Kesalahan muncul dari sisi pengguna lebih banyak yang seharusnya disalahkan ketika kehilangan moment dalam memotret objek daripada kesalahan yang dibuat oleh kamera D5 itu sendiri, bahkan oleh fotografer terbaik .

Saya telah memotret bidang olahraga secara profesional selama lebih dari 25 tahun, semenjak umur 22 tahun. Namun saya mendapatkan beberapa “bug” dari fotografi, terlebih ketima memotret gerakan pada saat saya mendapatkan kamera SLR pertama saya pada saat ultah saya di umur 13 tahun. Saya mencintai kamera manual Fujica STX-1 ketika saya diminta untuk memotret kegiatan hari olahraga disekolah saya untuk majalah sekolah, saya terkejut dibuatnya.

Kamera Fujica STX-1 merupakan kamera yang hebat untuk seorang fotografer pemula untuk dipelajari, manual dan dibangun dengan sangat baik, membuat saya berkonsentrasi dan menguasai semua dasar dasar fotografi, dasar-dasar yang menjadi tulang belakang fotografi saya hari ini

Ada dua perubahan dasar yang saya rasakan ketika saya memulai memotret, perubahan dari era film ke era digital dan kemunculan auto focus. Sebagai fotografer profesional ada masa dimana perubahan perubahan ini membuat saya sakit kepala. Sistem Auto focus yang dibuat selalu ketinggalan dibelakang ketika memotret kegiatan olahraga, para fotografer olahraga cenderung gagal mendapatkan foto yang mereka inginkan dikarenakan banyaknya keterlambatan dari system auto focus itu sendiri meski para pengembang telah menyatakan mereka mengklaim auto fokusnya lebih baik diatas kertas.

Kesuksesan kamera tergantung dari 3 hal yang krusial utama, yaitu : kinerja sensor, prosesor yang digunakan dan firmware. Untuk saya kamera digital pertama yang mempunyai ketiga factor penting tersebut adalah kamera Nikon D3. Kamera tersebut telah merubah dunia saya dan oleh karena itu saya pindah dari canon ke Nikon pada januari 2008. Dan tidak lama kemudian saya membawa Nikon D3 itu ke olimpiade Beijing tahun itu. Dipikiran saya d3 merupakan kamera olahraga profesiona yang seimbang , sampai tiba D5.

D5 nampaknya memiliki keseimbangan yang sama, berkelas dan performa yang dimiliki oleh D3. Sebuah kamera tidak dapat dinilai dari jangka pendek penggunaannya. Suatu kamera baru bisa dinilai dengan seimbang ketika digunakan lebih dari beberapa periode dan kondisi yang berbeda-beda. Bagaimana kamera digunakan ketika kehujanan pada malam hari pertandingan non liga football dengan asa 8000 harus dinilai sebagaimana pentingnya performa kamera tersebut digunakan pada asa 200 pada hari yang cerah di final wembley.

Tapi olimpiade lah yang akan menjadi ajang pengakuan dari kamera ini, saya sangat antusias menunggu di Rio dalam beberapa bulan kedepan dengan D5 di tangan saya. Variasi olahraga dalam dan luar ruangan dan tantangan teknik yang di pertontonkan oleh para peserta akan mendorong kamera D5 sampai batas tertingginnya.

Rangkaian foto yang saya ambil berturut-turut ketika gelandang Manchester united Jesse Lingard merayakan goal kemenangan nya di FA CUP FINAL telah mengkonfirmasikan performa yang sejatinya dari D5. Setiap fream nya sangat tajam dan focus.

Di dalam dunia nyata dimana para atlet dan teamnya memiliki banyak gerakan yang acak ketika bertanding, penggunaan auto focus benar-benar mengalami kesulitan didalam mengambil foto atlit. Tapi D5 telah membuktikan mampu melakukan itu semua dengan lensa Nikon 70-200mm f2.8 disaat mengambil selebrasi Lingard dengan tanpa cacat teknikal.

Bahkan pada iso 2000 pun file nya terlihat sangan tajam dan tidak terlalu Nampak jelas “noise” nya. Sekarang D50 mempunyai 20.8MP dan shutter speed 1/2000 yang digunakan untuk membekukan foto olahraga. Apa yang orang tidak banyak sadari adalah semakin banyak megapixel dari kamera yang anda miliki maka akan semakin cepat kamera bisa melakukan foto “freeze” . enam tahun lalu saya akan memotret olahraga di kecepatan 1/800, sekarang saya bisa memotret lebih cepat lagi dengan kecepatan 1/2000 untuk memotret bekukan foto olahraga dengan tipe yang sama.

Mark pain is a multi-award winning UK-based sports photographer who covers major events worldwide from the Olympic games to the ryder cup. Mark was the chief sports photographer for the mail on Sunday for more than 20 years, and was named sports photographer of the year in 2005 and 2011 at the British Press Awards. Mark launched the first ever Sports Photography School in 2011, and was named The British Airways Olympic Photographer of the Year 2012 at the Pestigious UK Guild OF Picture Editors Awards.

 

Sumber: DPREVIEWS.COM

 

« Kembali